Menurut kalian siapa sih generasi z itu ?, generasi z atau sering kita ketahui dengan sebutan Gen Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012. Generasi Z ini sangat cepat untuk mengikuti perkembangan teknologi digital. Smartphone dan internet yang berkembang pesat menyebabkan generasi z lebih suka menggunakan cashless daripada uang tunai dan fitur-fitur yang canggih dapat mempermudah dalam transaksi. Hal ini dapat mendorong adanya metode pembayaran digital seperti QR, dompet digital, e-wallet sampai dengan kartu kredit contactless. Selain itu, cashless juga memberikan rasa kenyamanan, keamanan dan kemudahan dalam berbelanja sehingga dapat meningkatkan perilaku konsumtif pada gen z.
Generasi Z di masa saat ini merupakan usia yang produktif karena sebagian dari mereka sudah memasuki dunia kerja dan memiliki gaji. Generasi Z juga termasuk manusia yang paling boros dan tidak bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran. Oleh karena itu, tidak perlu terkejut jika mereka menerapkan gaya hidup yang konsumtif sampai rela mengorbankan kebutuhan pokoknya untuk memenuhi keinginan semata. Apalagi generasi z ini mudah termakan oleh iklan dan harus mengikuti trend trend yang ada atau bisa disebut juga dengan “fomo”. Fomo bagi generasi z adalah hal yang harus diikuti karena mereka takut jika dianggap kudet atau kurang update. Selain itu, beberapa tempat seperti mall dan restaurant mendukung metode pembayaran cashless hanya dengan satu klik saja tanpa perlu repot untuk membawa uang tunai.
Menurut laman Payments Journal (2019), meski masih banyak anak muda yang aktif menggunakan uang tunai, namun 53% generasi z justru lebih memilih menggunakan pembayaran secara cashless. The Global Payments juga mengungkap fakta bahwa penggunaan uang tunai pada tahun 2020 hanya 20% saja, atau turun hingga 32% dibandingkan di tahun 2019. Menurut studi, mereka yang telah mencoba pembayaran non-tunai dengan presentase 78% oleh generasi z, 74% generasi y, dan 73% kalangan affluent. Cashless saat ini berkembang pesat, terutama di kota-kota besar di Indonesia.
Penggunaan cashless pada generasi z sudah semakin pesat sehingga perlu diketahui dampak-dampak baik itu positif atau negatif. Dampak positif penggunaan cashless adalah mengontrol keuangan jadi lebih mudah karena dapat melihat riwayat transaksi mulai dari nominal sampai dengan waktunya, risiko kehilangan uang semakin kecil, dan pembayaran cashless juga memberikan penawaran diskon hingga cashback sehingga dapat menarik perhatian gen z. Tidak hanya itu dampak negatif juga perlu diketahui agar tidak terjadi hal-hal buruk seperti adanya tindakan kejahatan pencurian uang digital. Oleh karena itu, diperlukannya pemaham teknologi khususnya pada metode pembayaran cashless, memberi batasan jika bertransaksi melalui kartu kredit karena secara tidak sadar dapat menimbulkan hutang tanpa mengurangi uang yang dimiliki.